Packing Ramah Lingkungan : Pengertian, Prinsip, dan Contohnya

Packing Ramah Lingkungan : Pengertian, Prinsip, dan Contohnya

Kampanye zero waste atau nol sampah semakin gencar  di kalangan anak-anak muda saat ini. Salah satunya yaitu dengan menggunakan packing ramah lingkungan (sustainable packaging) ketika berbelanja. 

Namun, tahukah Anda apa itu sustainable packaging dan perannya dalam meningkatkan kondisi lingkungan yang lebih bersih? Berikut ini ulasannya. 

Apa itu Packing Ramah Lingkungan? 

Packing ramah lingkungan atau sustainable packaging merupakan wadah yang berbahan dasar material yang dapat terurai atau dapat digunakan kembali sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. 

Jika melihat sekeliling Anda, sebenarnya sudah banyak penjual yang menggunakan wadah jenis ini. Misalnya, penjual lotek dan pecel menggunakan daun pisang, pedagang hampers menggunakan kardus, dan sebagainya.

Kendati demikian,  jumlah penggunanya masih kalah jauh ketimbang pengguna plastik. 

Menurut data Ditjen PPKL-KEMENLHK, jumlah sampah nasional pada tahun 2016 mencapai 66 juta ton sampah,  dimana 16% diantaranya merupakan sampah plastik. 

Sementara itu, pada tahun 2015 Jambech et all melaporkan bahwa Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar dalam skala global mencapai 1, 29 juta ton sampah plastik.  

Lebih lanjut, sampah plastik membutuhkan waktu hingga 400 tahun untuk dapat terurai secara sempurna. Sangat lama, bukan? 

Tingginya jumlah sampah ini karena pertumbuhan penduduk di daerah perkotaan di Indonesia yang sangat cepat,  termasuk meningkatnya angka urbanisasi, aktivitas masyarakat, serta konsumsi masyarakat yang naik hingga 2,75%.

Lebih lanjut, Ditjen PPKL menghimbau perusahaan-perusahaan agar dapat melakukan pengendalian sampah plastik sebagai wujud Keikutsertaan dalam aksi “Deklarasi Kendalikan Sampah Plastik di Industri”. 

Prinsip Packing Ramah Lingkungan 

Berdasarkan sebuah studi oleh Lia Indriati Ferryanto, Sustainable Packaging Alliance (SPA) Australia menyebutkan ada 4 prinsip wadah ramah lingkungan,  yaitu:

– Effective

– Efficient

– Cyclic

– Clean

Keempat prinsip tersebut telah merangkum fungsi,  tujuan,  hingga peran  packaging yang ramah untuk lingkungan. 

Sebut saja pada prinsip Cyclic, wadah suatu produk harus bersifat returnable, reusable, recyclable, serta biodegradable. 

Kemudian, prinsip Clean mengacu pada peran untuk mengurangi emisi udara, air, gas rumah kaca, toksisitas, dan dampak sampah. 

Contoh produk lokal yang telah menerapkan packing ramah lingkungan yaitu Seed Phytonutrients. Produk-produknya menggunakan botol berbahan kertas yang recyclable serta tahan terhadap cipratan air. 

Contoh Packing Ramah Lingkungan

Berikut contoh packing yang bisa Anda coba:

1. Daun

Penggunaan daun sebagai bungkus makanan di Indonesia nampaknya bukan hal yang baru lagi. Namun,  nyatanya gerakan kecil yang tidak kita sadari ini dapat memberikan dampak positif yang besar bagi lingkungan. 

Beberapa jenis daun yang dapat Anda gunakan untuk bungkus makanan antara lain daun pisang, daun jati, dan daun kelapa. 

2. Kertas

Penggunaan kertas untuk bungkus makanan juga bisa Anda lakukan alih-alih menggunakan kantong plastik. Apalagi tren sustainable packaging ini juga marak di kalangan pebisnis F&B dan foodies.

Selain baik untuk lingkungan, penggunaan wadas kertas juga bisa menambah nilai bagi bisnis Anda lho.

3. Kardus

Pebisnis online shopping kerap menggunakan kardus  untuk mengirim produk. Bahkan, beberapa tahun terakhir penggunaannya semakin tinggi lantaran tren bingkisan hampers menggunakan kardus dan potongan kertas di dalamnya.

4. Kantong Plastik Singkong Daur Ulang

Kantong plastik berbahan dasar pati singkong ini merupakan inovasi terkini bagi Anda yang gemar menggunakan kantong plastik sekali pakai. 

Berbeda dengan kantong plastik biasanya, kantong plastik singkong dapat terurai dalam waktu 2-6 bulan setelah dibuang. Nantinya, plastik tersebut dapat berbaur dengan tanah dan menjadi kompos alami.

Tertarik Beralih Menggunakan Packing Ramah Lingkungan? 

Selain mudah ditemukan, packing ramah lingkungan juga berperan untuk mengurangi sampah plastik yang susah terurai. Jadi, secara tidak langsung tindakan ini juga sebagai kontribusi Anda untuk mengurangi penggunaan sampah plastik berlebihan yang bisa membahayakan bagi bumi, loh. Yuk, mulai kebiasaan ini dari diri sendiri dan sebarkan ke orang lain. Selamat mencoba!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Pencarian
Artikel Terbaru
Peraturan Impor Yang Berlaku di Indonesia!

Langkah Mendaftar HS Code Mudah

HS code atau Kode Harmonized System (HS) merupakan daftar klasifikasi barang. HS code sangat menentukan peraturan barang impor dan ekspor. Kode ini dibuat secara sistematis

Konsultasi Gratis